Skip to main content

When I was a Child

Waktu gw masih kecil, gw pernah kecemplung atau dengan tidak sengaja masuk atau tercebur ke dalam got atau comberan sebanyak 2 kali.

Yang pertama ceritanya gini: pada waktu malam hari sekitar pukul 19.00, gw disuruh ambil laundry di tempat laundry yg deket rumah dengan menggunakan sepeda.sambil menggoes sepeda gw juga makan astor.nah saking asyiknya gw makan astor, gw jadi g konsen naik sepedanya.Ga tau gmn.Tiba2 pemandangan yg terlihat dari mata gw adalah gelap(semuanya hitam).Dan setelah gw sadari ternyata gw sudah berada di dalam comberan/got dengan posisi terbalik (kepala di dalem got dan kaki ada di atas, jadi klo ada org yg ngeliat gw,mereka cuma ngeliat kaki gw aja soalnya kepala gw ada di got/comberan).Dan pada saat itu yg terlintas dalam pikiran gw adalah:"dimana astor gw?" soalnya sblum peristiwa itu terjadi, gw gy asyik2nya makan astor.Dan setelah 1 menit gw di got/comberan itu gw baru sadar kalo gw ada di dalam got/comberan.Duh, geblek bgt ya gw.

Yang kedua ceritanya gini: pas gw masih umur 5 tahun.gw kan suka main di samping rmh gw.Di samping rumah gw itu, gotnya ga ditutup.Gw jalan dhe dipinggir-pinggir situ.Eh, tiba2 gw msuk ke got dhe.Terus nykp dan mbak gw wktu itu langsung ikut msuk ke got buat ngambil gw yg udh kelelep di got.



Ending.....
Gw g mau untuk ke3 kalinya msuk ke got, cukup 2 kali seumur hidup.......

Comments

Popular posts from this blog

Jakarta Fashion House

Guys....... This is one thing that always making me proud to be Indonesian. Indonesian as an  archipelagic   island country  in  Southeast Asia , lying between the  Indian Ocean  and the  Pacific Ocean , have so many variations in culture. Me, as one of the millions citizens in Indonesia must respect every differential culture which exist in Indonesia. In order to make Indonesia’s position at the united in diversity, I thought that we must conserve local things from our lovely country. Many ways that we can do to make it real, for the example is like what Marstya Rini and Sam Bahtiar did. Both of them are the founders of Jakarta Fashion House, and the next big question goes to “What is Jakarta Fashion House?” Jakarta Fashion house is the first e-commerce platform which entirely dedicated to local fashion product. Indonesia has outstanding local designers and offer unparalleled craftmanship in the fashion industry sector. Jakarta Fa...

Ngamuk...hahhaha

hahaha...hari ini gw lagi agak emosian bgt nh, huahahha...ampe ngamuk( kata anak2 osis tadi pas rapat).hehehe. Gw sh jujur aja, gw gk ngamuk, gw cuma gk suka banget sama sistem yang sekarang. Sistem election yang sekarang itu bener2 weird bgt dhe menurut gw. Cuma di sistem yang sekarang, anak baru bisa jadi Ketua osis, cuma sistem yang sekarang, anak kelas 10 yang baru yang gk ikut mos (mksdnya mos yang sebelum msk itu, bukan mos susulan mksdnya) bisa jadi wakil ketua osis yang baru. Cuma di sistem election kali ini yang kampanyenya cuma sehari dan pada saat habis kampanye itu, kita harus langsung nentuin pilihan kita. Cuma election kali ini yang gk make hall untuk acara puncak election. Cuma di sistem election kali ini ada 1 kelas dan 2/3 guru yang belum ngasih suara dalam pemilihan ini, tapi udah bisa ditentuin siapa pemenangnya.Katanya sh denger2 gitu ada yang bilang, yang penting jumlah suara 90% udah masuk dan udah kebanyakan milih "itu orang", jadi ya udah, gk apa2. Par...

Review Film Dilan 1990

Pertama, sebelum membahas lebih lanjut tentang Film Dilan 1990 ini, saya ingin memohon maaf terlebih dulu jika komentar dalam review film ini ada yang kurang berkenan di hati kalian, baik yang merupakan penggemar atau pun bukan penggemar film ataupun novel ini. Saya tidak pernah ada maksud sama sekali untuk menjelek-jelekkan atau nyinyir atau berkomentar negatif, tulisan ini hanyalah review film Dilan 1990 dari sudut pandang saya. Oke sip, langsung aja ya dimulai. Jadi, sabtu kemarin, tanggal 3 Februari 2018, saya dan satu orang teman SMP sekaligus SMA menonton film ini di salah satu Mall kebanggaan daerah kami, sekaligus mengenang masa-masa remaja kita yang sering main ke Mall ini. Singkat cerita, kami menonton film ini karena rasa penasaran dan lelucon kekinian yang sedang hype di berbagai jejaring sosial tentang Film Dilan 1990 ini. Respon kami berdua sepanjang film ini adalah ketawa ngakak dan saling pandang-pandangan karena mungkin level seni kita belum sampe situ. Lev...