Skip to main content

Earthquake

Rabu, 2 Agustus 2009. Terjadi gempa bumi berkekuatan 7,3 SR, episentrumnya di Barat daya Tasikmalaya. Tapi guncangannya itu terasa sampai di Bekasi, tepatnya di Jl.KH Noer Alie No. 10 B Kalimalang. Di Global Prestasi school singkatnya.


Ketika gempa bumi melanda global, gw lagi ada di lantai 4 di ruang math.
Awalnya ketika gempa pertama mengguncang global, gw lagi berdiri, dan mengira bahwa ada yang gk beres sama kepala gw, pusing2 gmn gitu. Terus gw duduk di kursi, dan rasa gk enak di kepala gw, berkurang sejenak, lalu kembali lagi selama beberapa detik, rasa sakit kepalanya itu beda bgt, gw gk pernah pusing ampe segitunya, gw mulai berpikir kalo gw terkena vertigo (nama penyakit).


Tiba-tiba ada yang bilang kalo gempa, gw antara percaya dan tidak percaya kalo terjadi gempa bumi. Lalu gw dengan spontan masuk ke dalam kolong meja (bkn lacinya).
Terus tiba-tiba keadaan kelas jadi agak ricuh. Gw yg semula gk panik dan tidak menyadarinya pun, ikutan packing juga akhirnya. Meski gw belum percaya kalo itu gempa, gw ikutan pergi ke luar kelas. Nah pas perjalanan ke lapangan, gw baru sadar kalo tadi itu terjadi gempa sungguhan.
Oke, gw emang agak telat percaya kalo itu gempa beneran.


Habis itu, gw ke lapangan, berdiri2 sebentar, agak bolak-balik sebentar, terus pergi ke SD dhe seperti biasa. Terus main Donald Duck (biar keren nulisnya donald duck). Terus main pukul-pukulan tangan, terus pada merah deh tangannya, hahahha.


Oh, ya gempa yang berkekuatan 6 SR keatas berpotensi untuk terjadi Tsunami.
Badan metereologi dan geofisika menyatakan bahwa kemungkinan bakal terjadi Tsunami, tapi pernyataan itu dicabut setelah 1 jam terjadinya gempa bumi. Tapi masih ada kemungkinan bakal ada gempa2 susulan lainnya atau bahkan Tsunami.



Disini gw berpikir bahwa kapanpun dan dimanapun, apapun bisa terjadi.
Entah itu kebakaran, bom, gempa bumi, tsunami, atau tanah longsor atau dll.
Jadi intinya, Waktu Kematian seseorang Gk Ada yang Tahu.
Jadi berbuat baiklah sepanjang kita masih bisa melakukannya.

Comments

Liesa Desisca said…
Main donal bebek ? Beneran tuh ?

Popular posts from this blog

Jakarta Fashion House

Guys....... This is one thing that always making me proud to be Indonesian. Indonesian as an  archipelagic   island country  in  Southeast Asia , lying between the  Indian Ocean  and the  Pacific Ocean , have so many variations in culture. Me, as one of the millions citizens in Indonesia must respect every differential culture which exist in Indonesia. In order to make Indonesia’s position at the united in diversity, I thought that we must conserve local things from our lovely country. Many ways that we can do to make it real, for the example is like what Marstya Rini and Sam Bahtiar did. Both of them are the founders of Jakarta Fashion House, and the next big question goes to “What is Jakarta Fashion House?” Jakarta Fashion house is the first e-commerce platform which entirely dedicated to local fashion product. Indonesia has outstanding local designers and offer unparalleled craftmanship in the fashion industry sector. Jakarta Fa...

Ngamuk...hahhaha

hahaha...hari ini gw lagi agak emosian bgt nh, huahahha...ampe ngamuk( kata anak2 osis tadi pas rapat).hehehe. Gw sh jujur aja, gw gk ngamuk, gw cuma gk suka banget sama sistem yang sekarang. Sistem election yang sekarang itu bener2 weird bgt dhe menurut gw. Cuma di sistem yang sekarang, anak baru bisa jadi Ketua osis, cuma sistem yang sekarang, anak kelas 10 yang baru yang gk ikut mos (mksdnya mos yang sebelum msk itu, bukan mos susulan mksdnya) bisa jadi wakil ketua osis yang baru. Cuma di sistem election kali ini yang kampanyenya cuma sehari dan pada saat habis kampanye itu, kita harus langsung nentuin pilihan kita. Cuma election kali ini yang gk make hall untuk acara puncak election. Cuma di sistem election kali ini ada 1 kelas dan 2/3 guru yang belum ngasih suara dalam pemilihan ini, tapi udah bisa ditentuin siapa pemenangnya.Katanya sh denger2 gitu ada yang bilang, yang penting jumlah suara 90% udah masuk dan udah kebanyakan milih "itu orang", jadi ya udah, gk apa2. Par...

Review Film Dilan 1990

Pertama, sebelum membahas lebih lanjut tentang Film Dilan 1990 ini, saya ingin memohon maaf terlebih dulu jika komentar dalam review film ini ada yang kurang berkenan di hati kalian, baik yang merupakan penggemar atau pun bukan penggemar film ataupun novel ini. Saya tidak pernah ada maksud sama sekali untuk menjelek-jelekkan atau nyinyir atau berkomentar negatif, tulisan ini hanyalah review film Dilan 1990 dari sudut pandang saya. Oke sip, langsung aja ya dimulai. Jadi, sabtu kemarin, tanggal 3 Februari 2018, saya dan satu orang teman SMP sekaligus SMA menonton film ini di salah satu Mall kebanggaan daerah kami, sekaligus mengenang masa-masa remaja kita yang sering main ke Mall ini. Singkat cerita, kami menonton film ini karena rasa penasaran dan lelucon kekinian yang sedang hype di berbagai jejaring sosial tentang Film Dilan 1990 ini. Respon kami berdua sepanjang film ini adalah ketawa ngakak dan saling pandang-pandangan karena mungkin level seni kita belum sampe situ. Lev...